DESI TRI HANDAYANI

BLOG PRIBADI DESI TRI HANDAYANI, GBDT KABUPATEN KARAWANG, PROVINSI JAWA BARAT - INDONESIA.

DESI TRI HANDAYANI

BLOG PRIBADI DESI TRI HANDAYANI, GBDT KABUPATEN KARAWANG, PROVINSI JAWA BARAT - INDONESIA.

DESI TRI HANDAYANI

BLOG PRIBADI DESI TRI HANDAYANI, GBDT KABUPATEN KARAWANG, PROVINSI JAWA BARAT - INDONESIA.

DESI TRI HANDAYANI

BLOG PRIBADI DESI TRI HANDAYANI, GBDT KABUPATEN KARAWANG, PROVINSI JAWA BARAT - INDONESIA.

DESI TRI HANDAYANI

BLOG PRIBADI DESI TRI HANDAYANI, GBDT KABUPATEN KARAWANG, PROVINSI JAWA BARAT - INDONESIA.

SALAM LESTARI BUANA NUSANTARA
DESI TRI HANDAYANI, S.Pd.

DESI TRI HANDAYANI BLOG

Selasa, 03 Oktober 2017

NOMOR PESERTA UKG HARUS DIISI

Nomor peserta Ujian Kompetensi Guru (UKG) yang terletak pada menu Nilai Test dalam Aplikasi Front End Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah (Dapodikdasmen) harus diisi oleh guru-guru yang telah mengikuti UKG.

NOMOR PESERTA UKG HARUS DIISI

Nomor UKG tersebut akan digunakan sebagai acuan melihat data Info GTK pada SIMPKB (Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan). Apabila dikosongkan maka guru belum dapat melakukan pengecekan data pada Layanan Info GTK yang terletak dalam laman SIMPKB, yang berkonsekuensi pada informasi layak-tidaknya memperoleh tunjangan profesi.

NOMOR PESERTA UKG HARUS DIISI

Beberapa penjelasan terkait input data UKG dalam aplikasi dapodik adalah sebagai berikut :

Bertujuan untuk digunakan dalam proses integrasi SIMTUN dan SIMPKB.
Belum 100% guru yang memiliki NUPTK sehingga ada data yang tidak match antara SIMTUN dan SIMPKB.
Untuk memudahkan proses integrasi, dipandang perlu jembatan 2 sistem tersebut, dibutuhkan nomor unik yaitu nomor peserta UKG.
Nomor peserta UKG ini yg di ambil sebagai nomor unik untuk mengidentifikasi data individu antar 2 sistem khususnya bagi PTK-PTK yg tidak memiliki NUPTK.
Nilai UKG tidak wajib di input pada Aplikasi Dapodik. Apabila nilai UKG belum diketahui, untuk sementara dapat diisi dengan angka 0 (nol).

Demikian informasi ini dibuat, dan diharapkan seluruh rekan guru dapat memberikan data yang valid kepada Operator Dapodikdasmen di masing-masing Satuan Administrasi Pangkal (Satminkal)/Sekolah Induk.

Sumber : http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id

Jumat, 29 September 2017

HARI KESAKTIAN PANCASILA TAHUN 2017

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat malam Sahabatku semua. Wah sudah lama nih nggak belajar menulis lagi di Blog hihihi. Baiklah takut keburu malam, postingan kali ini tentang Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017 yang akan kita peringati bersama pada tanggal 1 Oktober 2017. Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Pancasila dikemukakan pada tanggal 1 Juni 1945 oleh Ir.Soekarno dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul "Lahirnya Pancasila". Ir.Soekarno mengemukakan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan Indonesia; Internasionalisme atau Peri-Kemanusiaan; Mufakat atau Demokrasi, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan; Kesejahteraan Sosial; Ketuhanan.

HARI KESAKTIAN PANCASILA TAHUN 2017
Sumber Gambar : Google

Rumusan Pancasila sebagai dasar negara secara resmi ada pada beberapa dokumen penetapannya, antara lain:
  1. Rumusan Pertama: Piagam Jakarta (Jakarta Charter) - tanggal 22 Juni 1945;
  2. Rumusan Kedua: Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 - tanggal 18 Agustus 1945;
  3. Rumusan Ketiga: Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat - tanggal 27 Desember 1949;
  4. Rumusan Keempat: Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara - tanggal 15 Agustus 1950;
  5. Rumusan Kelima: Rumusan Pertama menjiwai Rumusan Kedua dan merupakan suatu rangkaian kesatuan dengan Konstitusi (merujuk Dekret Presiden 5 Juli 1959).

Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo pada tanggal 1 Juni 2016 telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila sekaligus menetapkannya sebagai hari libur nasional yang berlaku mulai tahun 2017.

Pada tanggal 30 September 1965, terjadi insiden yang dinamakan Gerakan 30 September (G30S). Insiden ini sendiri masih menjadi perdebatan di tengah lingkungan akademisi mengenai siapa penggiatnya dan apa motif di belakangnya. Akan tetapi otoritas militer dan kelompok keagamaan terbesar saat itu menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan usaha PKI mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis, untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia, dan membenarkan peristiwa Pembantaian di Indonesia 1965–1966.

Pada peristiwa tersebut gugur enam Jenderal dan 1 Kapten serta beberapa orang lainnya yang dibunuh oleh oknum-oknum yang digambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta yang kita kenal dengan Pahlawan Revolusi. Keenam pejabat tinggi yang gugur tersebut adalah:
  1. Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi)
  2. Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi)
  3. Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan)
  4. Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen)
  5. Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik)
  6. Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat)

Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi sasaran utama, selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan dia, Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.

Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober 1965. Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban:
  1. Bripka Karel Satsuit Tubun (Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr.J. Leimena).
  2. Kolonel Katamso Darmokusumo (Komandan Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta).
  3. Letkol Sugiyono Mangunwiyoto (Kepala Staf Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta).

Gejolak yang timbul akibat Gerakan 30 September sendiri pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia. Pemerintah pada waktu itu kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Berdasarkan Surat dari Kementerian Sekretaris Negara Republik Indonesia tanggal 25 September 2017 Nomor B-908/M.Sesneg/Set/TU.00.04/09/2017 Bahwa Tema Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2017 adalah "Kerja Bersama Berlandaskan Pancasila Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur".


Selamat Memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2017. Mohon maaf apabila ada kesalahan, kekurangan maupun kata-kata yang salah serta kurang berkenan di hati.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sabtu, 05 Agustus 2017

Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2018

Tim Dapodikdasmen telah menyelesaikan proses pengujian aplikasi Dapodikdasemen versi baru untuk digunakan pada Tahun Ajaran 2017/2018 sesuai dengan jadwal. Maka pada kesempatan ini telah dirilis Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2018 (Versi Aplikasi Dapodikdasmen adalah 2018, sekaligus mengoreksi pengumuman sebelumnya yang menyebutkan versi 2017 D). Pada Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2018 terdapat perubahan yang cukup signifikan dengan penggunaan database versi baru, pembaruan beberapa fitur dan juga penambahan fitur baru, validasi data, serta perbaikan beberapa bug versi sebelumnya. Pembenahan-pembenahan tersebut sebagai upaya untuk terus meningkatkan kualitas data Dapodik dan juga upaya untuk melakukan sinkronisasi terhadap aturan/regulasi yang berlaku, serta menyelaraskan terhadap prosedur dan mekanisme pemanfaatan data Dapodik untuk berbagai transaksi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2018

Aplikasi Dapodikdasmen versi 2018 telah menggunakan database versi baru, maka secara teknis Aplikasi Dapodikdasmen versi sebelumnya (2017, 2017a, 2017b, 2017c) tidak dapat langsung di upgrade ke Dapodikdasmen versi 2018, akan tetapi harus melakukan install ulang. Oleh karenanya Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2018 hanya dirilis dalam bentuk INSTALLER (tidak ada versi UPDATER).

Untuk struktur kurikulum SMK 2013 masih akan dilakukan pembaharuan.

Berikut adalah daftar perubahan pada Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2018:
1. Penambahan menu Jadwal pembelajaran.
2. Penambahan kolom anak ke-berapa pada Peserta Didik.
3. Isian secara otomatis untuk sarana yang berada dalam prasarana jenis Ruang Kelas/Teori.
4. Penambahan tombol pada blockgrant untuk pemetaan dengan prasarana.
5. Penambahan tombol pada blockgrant untuk pemetaan dengan sarana.
6. Penambahan tombol pada prasarana untuk pemetaan dengan blockgrant.
7. Penambahan tombol pada sarana untuk pemetaan dengan blockgrant.
8. Penambahan sheet baru untuk rekap jadwal pada unduhan profil sekolah.
9. Penambahan referensi Pengurus Komite Sekolah pada jenis satuan tugas di Kepanitiaan Sekolah.
10. Penambahan referensi Kepala Sekolah menjadi tugas utama.
11. Penambahan referensi UKG untuk data rincian Nilai/Test pada PTK.
12. Penambahan referensi jenis rombel Ekstrakurikuler pada menu Rombongan Belajar .
13. Penambahan tabulasi rincian Ekstrakurikuler pada menu Sekolah.
14.Perubahan tampilan pada menu Peserta Didik, jika yatim dan atau piatu maka baris data akan berwarna.
15. Perubahan tampilan pada halaman registrasi dan login.
16. Pemisahan menu antara rombongan belajar reguler dan ekstrakurikuler.
17. Penambahan pemicu untuk mengaktifkan kolom nama peserta didik pada saat terdeteksi nama tidak wajar ketika melakukan validasi.
18. Penambahan validasi jika terdeteksi guru yang mengajar ganda pada jadwal.
19. Penambahan validasi ketika masih ada pembelajaran yang belum dipetakan ke dalam jadwal.
20. Penambahan validasi panjang dan lebar pada prasarana.
21. Penambahan validasi untuk jumlah sarana.
22. Penambahan validasi peserta didik yang belum mempunyai NISN.
23. Penambahan dan perbaikan panduan, peraturan dan formulir pada Pusat Unduhan.
24. Perubahan deskripsi waktu penyelenggaraan sekolah.
25. Perbaikan bugs ketika akan sinkronisasi.
26. Perbaikan tanda baca ,(koma) dapat menjadi kata pada nama Peserta Didik dan GTK.
27. Perbaikan urutan label Jenis PTK pada form PTK.
28. Pengisian data pada no rekening bagi peserta didik pemegang KIP oleh pusat.
29. Pengisian data validasi yang ditemukan di pusat.

Untuk itu kepada segenap Bapak/Ibu Kepala Sekolah untuk segera melakukan upgrade ke Aplikasi Dapodikdasmen versi 2018 dan melakukan pemutakhiran data Tahun Ajaran 2017/2018.

Link Unduhan:

Sumber : http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id